KOLAKA, OKESULTRA.ID – PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan Promosi Kesehatan dan pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Desa Sopura, Kecamatan Pomalaa, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh warga. Selain penyuluhan, masyarakat juga mendapatkan layanan kesehatan terpadu melalui Posyandu yang melibatkan tenaga medis setempat.
Sekretaris Desa Sopura, Asmina, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan mendalam atas dua persoalan krusial yang kini dihadapi masyarakat, yakni maraknya peredaran narkoba serta persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal.
“Masalah narkoba di wilayah kami sudah sangat meresahkan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi penguat kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah perusahaan yang menghadirkan program edukatif tersebut dan berharap kegiatan bertema sosial maupun lingkungan dapat terus berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan Posyandu keempat yang digelar di Kecamatan Pomalaa, setelah sebelumnya dilaksanakan di Dawi-Dawi, Hakatutobu, dan Huko-Huko. Ia menegaskan bahwa layanan Posyandu kini semakin luas, tidak hanya untuk bayi, balita, dan ibu hamil, tetapi juga mencakup usia produktif hingga lansia yang membutuhkan pemeriksaan rutin setiap bulan.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT Vale, demi meningkatkan kesadaran dan kunjungan masyarakat ke Posyandu,” jelasnya.
Fokus utama kegiatan ini adalah edukasi tentang HIV/AIDS dan bahaya penyalahgunaan NAPZA. Hal tersebut dinilai mendesak karena Kecamatan Pomalaa menempati peringkat kedua tertinggi kasus HIV di Kabupaten Kolaka dan telah masuk kategori zona hitam untuk kasus NAPZA. Melalui sosialisasi ini, warga diharapkan dapat menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.
Perwakilan Manajemen PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat-obatan, terutama di kalangan generasi muda.
“Kemajuan informasi dan kemudahan akses saat ini bisa menjadi pedang bermata dua. Jika tidak dibekali pemahaman yang kuat, generasi muda sangat rentan terhadap penyalahgunaan obat-obatan yang merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Selain penyuluhan narkoba, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk pencegahan penyakit kronis seperti hipertensi dan asam urat. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sekretaris Camat Pomalaa, Dhani Kahar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba dan penularan HIV bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para ibu harus lebih aktif menjaga keluarga dan memperkuat nilai-nilai keimanan sebagai benteng utama dari pengaruh negatif,” katanya.
Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya arus pendatang dinilai turut meningkatkan risiko sosial di wilayah tersebut. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap warga yang hadir menerima paket sembako di akhir kegiatan, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan promosi kesehatan yang berlangsung edukatif dan penuh kebersamaan.
Reporter : duL




