Berita Bombana Daerah News

Pj Sekda Bombana Bersama Kepala Daerah Se-Indonesia Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi

IMG 0262 1

BOMBANA, OKESULTRA.ID – Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST, M.P.W.K, didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting.

Selain itu, rapat tersebut juga diikuti oleh para Kepala OPD terkait beserta Jajaran pimpin Pemerintah Kabupaten Bombana dan seluruh jajaran pemerintah daerah se-Indonesia, Senin (07/07/2025).

Dalam arahannya, Tito menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi indikator utama kemajuan atau kemunduran suatu wilayah. Ia menyoroti secara khusus daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 3 persen, bahkan yang mengalami pertumbuhan negatif.

IMG 0263

“Kalau angka pertumbuhan ekonomi suatu daerah masih di bawah 3 persen, itu pertanda daerah tersebut belum bergerak maju. Kalau malah minus, artinya sedang mundur,” tegas Tito.

SMSI Serukan Penguatan Kebebasan Pers, Soroti Kemudahan Legalitas Media Siber

Menurut Tito, pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang jauh lebih luas dibandingkan inflasi. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, hingga penurunan angka kemiskinan.

“Inflasi hanya bicara soal harga barang dan jasa. Tapi pertumbuhan ekonomi itu menyangkut semua aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

IMG 0264

Secara nasional, Indonesia mencatat angka pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87 persen, menempatkan RI di peringkat ke-45 dari 185 negara di dunia. Di level G20, Indonesia bahkan berada di posisi ke-4, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Namun, Tito juga mengungkapkan adanya catatan merah bagi beberapa daerah yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi negatif. Dua kota menjadi sorotan, yakni Kota Pangkal Pinang yang mengalami kontraksi sebesar -2,30 persen dan Kota Bontang yang anjlok hingga -2,51 persen.

Keluhan Warga Dijawab, Gubernur Turun Langsung Tinjau Infrastruktur di Lalembuu

“Ini akan kita evaluasi setiap bulan. Jangan sampai ada daerah yang tertinggal jauh, sementara yang lain melaju cepat,” ujarnya mengingatkan.

IMG 0265

Tito meminta kepala daerah agar tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, melainkan juga menggerakkan roda ekonomi melalui langkah konkret. Ia mendorong optimalisasi potensi lokal, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau ingin masyarakat sejahtera, maka ekonomi daerah harus tumbuh. Kalau tumbuh, otomatis pendapatan naik, kemiskinan turun, layanan publik membaik,” katanya (Adv)

Reporter : duL

Buruh dan Aparat Tunjukkan Harmoni, May Day 2026 Berjalan Kondusif