KONAWE UTARA, OKESULTRA.ID – Dunia pendidikan vokasi membutuhkan kedekatan nyata dengan dunia industri agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan kerja di lapangan.
Upaya itu salah satunya terlihat dalam kegiatan kunjungan industri yang dilakukan siswa jurusan Teknik Geologi Pertambangan SMK Negeri 1 Konawe Utara ke PT Bumi Konawe Mineral (BKM), Kabupaten Konawe Utara. Selasa (19/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para siswa untuk memahami bagaimana aktivitas pertambangan dijalankan secara profesional, mulai dari proses teknis hingga pengelolaan operasional di lapangan.
Dalam kunjungan itu, para siswa diperkenalkan pada berbagai tahapan kegiatan pertambangan. Mereka mengamati proses preparasi sampel, pengolahan material tambang, hingga mekanisme pengapalan hasil produksi.
Pengalaman tersebut memberi gambaran nyata tentang bagaimana teori yang selama ini dipelajari di ruang kelas diterapkan secara langsung dalam dunia kerja pertambangan modern.

Bagi sekolah kejuruan, kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena menjadi bagian dari penguatan kompetensi siswa sebelum memasuki dunia industri yang sesungguhnya.
Kunjungan industri juga dinilai mampu membuka wawasan siswa mengenai standar keselamatan kerja, disiplin operasional, hingga pentingnya penguasaan teknologi dalam sektor pertambangan.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi penjelasan yang diberikan pihak perusahaan. Mereka aktif bertanya mengenai proses kerja, alat yang digunakan, hingga sistem pengawasan operasional tambang.
Salah seorang siswa SMKN 1 Konawe Utara menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar langsung yang diberikan perusahaan tambang tersebut.
“Kami siswa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Bumi Konawe Mineral yang telah memberikan ilmu, pengalaman, dan berbagi pengetahuan kepada kami,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga karena tidak semua materi pembelajaran dapat dipahami secara maksimal tanpa melihat langsung praktik di lapangan.
Ia menilai kunjungan industri membantu siswa memahami tantangan dan tanggung jawab pekerjaan di sektor pertambangan yang selama ini hanya dipelajari melalui teori di sekolah.
Tidak hanya menerima kunjungan, pihak PT Bumi Konawe Mineral juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi dengan memberikan ruang pembelajaran terbuka kepada para siswa.

Suasana penyambutan yang ramah dan penuh semangat dari pihak perusahaan turut menciptakan interaksi positif antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BKM, Yavi Fajar Tindange, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di bidang pertambangan dan geologi terapan,” kata Yavi Fajar Tindange.
Menurutnya, dunia industri memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang.
Ia menjelaskan bahwa sektor pertambangan modern tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja fisik, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis, disiplin kerja, serta pemahaman terhadap keselamatan dan pengelolaan lingkungan.
Karena itu, keterlibatan industri dalam proses pendidikan dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

Sinergi antara sekolah dan perusahaan juga dianggap penting dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, khususnya di daerah yang memiliki potensi sumber daya tambang cukup besar seperti Konawe Utara.
Melalui kegiatan kunjungan industri, siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan teknis, tetapi juga gambaran mengenai budaya kerja profesional di lingkungan perusahaan tambang.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka sebelum memasuki dunia kerja.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di sektor pertambangan.
Dengan adanya pembelajaran langsung di lapangan, lulusan sekolah kejuruan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pertambangan masa depan.
Reporter : duL






