BOMBANA, OKESULTRA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana mulai mematangkan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027. Dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, M.Si, Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bombana Tahun 2027 digelar di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bombana, Kamis (5/2/2025).
Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerap masukan sekaligus menyelaraskan persepsi antar pemangku kepentingan dalam menyusun dokumen perencanaan tahunan yang akan menjadi arah pembangunan Bombana ke depan.
Sebanyak 75 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.
Dalam sambutannya, Bupati Bombana Ir. Burhanuddin menegaskan bahwa RKPD Tahun 2027 memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan penjabaran tahunan dari RPJMD Kabupaten Bombana Tahun 2025–2029, sekaligus memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
“Tahun 2027 merupakan fase penting dalam RPJMD kita. Tema pembangunan yang diusung adalah Transformasi Daerah melalui Penguatan Hasil Produksi dan Industri Kreatif,” ujar Bupati Burhanuddin di hadapan peserta forum.
Menurutnya, dokumen RKPD tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu menjadi pedoman pembangunan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“RKPD Tahun 2027 harus menjadi pedoman pembangunan yang terarah, terukur, dan akuntabel, serta mampu mendorong peningkatan daya saing daerah melalui penguatan produksi unggulan dan industri kreatif berbasis potensi lokal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan pembangunan daerah, terlebih di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Ia menyebutkan bahwa inovasi pembiayaan pembangunan menjadi kunci, baik melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, dukungan APBN dan APBD Provinsi, hingga pelibatan sektor swasta.
“Kita harus berani berinovasi, termasuk membuka ruang kerja sama dengan badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta mendorong reformasi birokrasi dan digitalisasi perizinan,” ungkapnya.
Bupati Burhanuddin pun menyampaikan harapannya agar seluruh tahapan perencanaan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan program-program prioritas yang realistis namun berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, saya berharap pembangunan Kabupaten Bombana Tahun 2027 dapat berjalan lebih optimal demi terwujudnya Bombana yang maju dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bombana, Ir. Husrifnah Rahim, ST., M.Si, dalam laporan panitia menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik RKPD Tahun 2027 bertujuan untuk menyepakati program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD.
“Forum ini menjadi wadah untuk menjaring masukan dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan, agar RKPD yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” jelas Husrifnah Rahim.
Ia juga memaparkan bahwa setelah forum konsultasi publik ini, tahapan penyusunan RKPD akan dilanjutkan dengan Musrenbang tingkat Kecamatan, Forum Perangkat Daerah, hingga Musrenbang tingkat Kabupaten Bombana.
Melalui rangkaian tahapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dokumen RKPD Tahun 2027 dapat disusun secara partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada hasil, guna mempercepat transformasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Reporter : duL





