KONAWE UTARA, OKESULTRA.ID – Di tengah aktivitas industri yang terus bergerak, ada komitmen sosial yang tidak pernah ditinggalkan. Bagi PT Bumi Konawe Minerina (PT BKM), keberadaan perusahaan bukan hanya tentang operasional tambang, tetapi juga tentang membangun hubungan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.
Komitmen itu kembali diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)/Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan donasi untuk pembangunan Masjid Al-Istiqomah di Desa Tapunggaya,
Bantuan yang disalurkan oleh PT. BKM mencapai Rp100.000.000, yang diserahkan pada tanggal pada 4 Maret 2025 sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap pembangunan sarana ibadah di wilayah sekitar operasional perusahaan untuk di pergunakan tahun ini yakni tahun 2026.
Dana tersebut dialokasikan sebagai bagian dari anggaran pembangunan Masjid Al-Istiqomah tahun 2026, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan terencana dengan baik.
Bagi masyarakat Desa Tapunggaya, pembangunan masjid bukan sekadar membangun sebuah bangunan fisik. Ia adalah ruang berkumpul, tempat menguatkan nilai-nilai keagamaan, serta menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat.
Melihat pentingnya fungsi tersebut, PT BKM menilai bahwa dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
Manager HRD PT. BKM, Syamsudin Al Fattah, menyampaikan bahwa perusahaan ingin memastikan kehadirannya memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam aspek ekonomi tetapi juga dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Melalui program CSR ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu percepatan pembangunan Masjid Al-Istiqomah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Tapunggaya,” ujar Syamsudin Al Fattah
Menurutnya, perusahaan menyadari bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjalankan aktivitas perusahaan secara berkelanjutan.
Karena itu, program-program sosial seperti ini tidak dilakukan secara sporadis, tetapi dirancang sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
Syamsudin Al fattah juga menjelaskan bahwa program donasi kepada masyarakat telah berjalan sebelumnya dan akan terus dilakukan secara rutin setiap semestermelalui skema PPM/CSR.
“Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap kontribusi yang diberikan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional,”jelasnya.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna. Dana CSR diserahkan kepada perwakilan pemerintah desa dan panitia pembangunan masjid.
Bantuan itu diterima langsung oleh Kepala Desa Tapunggaya, Guntur, SH, bersama Kepala Dusun I Hersanto, panitia pembangunan Masjid Al-Istiqomah, serta sejumlah tokoh masyarakat desa.
Momen tersebut menjadi simbol sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun fasilitas yang bermanfaat bagi banyak orang.
Kepala Desa Tapunggaya, Guntur, SH, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh PT BKM kepada masyarakat di desanya.
Menurutnya, dukungan perusahaan menjadi energi baru bagi warga yang selama ini berupaya membangun masjid melalui swadaya dan gotong royong.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PT BKM. Semoga dukungan ini dapat mempercepat pembangunan Masjid Al-Istiqomah,” ujar Guntur.
Ia juga berharap hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terjaga di masa mendatang.
“Ke depan kami berharap kerja sama serta kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Desa Tapunggaya dapat terus terjalin dengan baik,” tambahnya.
Bagi masyarakat desa, pembangunan masjid bukan hanya tentang tempat shalat. Ia menjadi ruang pendidikan agama bagi anak-anak, tempat musyawarah warga, serta pusat kegiatan sosial keagamaan.
Karena itu, kehadiran Masjid Al-Istiqomah diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan moral dan spiritual bagi generasi muda di Desa Tapunggaya.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT BKM, masyarakat optimistis pembangunan masjid tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Semangat kebersamaan antara warga, pemerintah desa, dan perusahaan menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu harus berjalan sendiri.
Di Tapunggaya, kolaborasi itu kini mulai terlihat nyata ketika kepedulian sosial bertemu dengan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.
Reporter : duL





