KENDARI, OKESULTRA.ID – Partisipasi Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim (PD BKMT) Kabupaten Bombana dalam ajang “Harmoni Sultra” melalui Gebyar BKMT Milad ke-45 tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga mencerminkan peran strategis organisasi keagamaan dalam membangun sinergi sosial dan budaya di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/04/2026) di Venue Utama MTW Kendari ini mempertemukan seluruh kontingen BKMT dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi sekaligus konsolidasi antarorganisasi majelis taklim yang memiliki peran penting di tengah masyarakat.
Ketua BKMT Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan.
“Kehadiran kami di ajang ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi antar majelis taklim di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Gebyar BKMT tahun ini diawali dengan kirab yang dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran BKMT sebagai motor penggerak pembangunan berbasis nilai keagamaan dan sosial.
“BKMT memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius sekaligus produktif. Kegiatan seperti ini menjadi sarana memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman,” kata Hugua.
Dalam konteks kompetisi, BKMT Bombana menunjukkan performa yang menonjol. Dengan persiapan yang matang, mereka berhasil meraih Juara II Lomba Fashion Show Dewasa dan Juara III Lomba Qasidah Rebana. Prestasi ini menjadi indikator bahwa majelis taklim mampu beradaptasi dengan berbagai ruang kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Menurut Fatmawati, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota.
“Prestasi ini adalah buah dari kekompakan dan kerja keras seluruh anggota BKMT Bombana. Ini membuktikan bahwa majelis taklim bisa berkontribusi lebih luas, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga seni dan budaya,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga membuka peluang penguatan jejaring antar daerah. Interaksi yang terjalin selama kegiatan dinilai menjadi modal sosial penting dalam pengembangan program-program BKMT ke depan, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas kehidupan beragama di masyarakat.
Pengamat sosial keagamaan Sulawesi Tenggara, Dr. Rahmanuddin, menilai bahwa kegiatan seperti Gebyar BKMT memiliki dampak strategis dalam memperluas peran organisasi keagamaan.
“BKMT hari ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai wadah pengajian, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan sosial. Ajang seperti ini memperlihatkan bagaimana organisasi keagamaan dapat bertransformasi menjadi ruang kreatif dan produktif,” ungkapnya.
Dengan capaian dan partisipasi aktif tersebut, BKMT Kabupaten Bombana menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang adaptif dan progresif. Semangat “Harmoni Sultra Produktif untuk Sultra Sejahtera” yang diusung dalam kegiatan ini pun tercermin melalui kontribusi nyata yang ditunjukkan oleh para anggotanya.
Ke depan, BKMT Bombana diharapkan mampu terus mengembangkan program yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter : duL





