KENDARI, OKESULTRA.ID – Partisipasi PT Vale Indonesia Tbk melalui Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara ke-62 di Kota Kendari tidak sekadar menjadi ajang seremonial.
Keterlibatan perusahaan tambang ini justru mencerminkan strategi yang lebih luas dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah perayaan yang sarat nuansa budaya dan kebersamaan, PT Vale IGP Pomalaa menghadirkan booth khusus yang menampilkan beragam produk UMKM binaan. Produk tersebut merupakan hasil dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Livelihood Restoration Program (LRP), hingga kelompok petani padi SRI organik menunjukkan pendekatan terintegrasi antara penguatan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Beragam produk yang dipamerkan, mulai dari olahan tanaman herbal dalam kemasan, makanan sehat seperti abon dan dodol cabai, hingga beras organik, menjadi bukti konkret bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan daya saing produk.
Communication PT Vale IGP Pomalaa, Mirwanto Muda, S.S., menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Kehadiran kami dalam ajang ini bukan hanya untuk memperkenalkan produk binaan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen PT Vale dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi,” ujarnya, Sabtu (24/04/2026).
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa konsep keberlanjutan yang diusung perusahaan tidak semata dilihat dari aspek lingkungan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat secara langsung.
“Keberlanjutan tidak hanya diukur dari sisi lingkungan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari MIND ID, Holding Industri Pertambangan Indonesia, PT Vale Indonesia, Tbk menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara sektor industri dengan masyarakat lokal, sehingga tercipta pertumbuhan yang inklusif.
Mirwanto juga menekankan bahwa peran perusahaan tidak berhenti pada pembinaan, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale Indonesia memiliki peran strategis untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui UMKM. Inisiatif ini sejalan dengan visi MIND ID dalam mengelola sumber daya untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan berkelanjutan,” ungkapnya.

Secara interpretatif, kehadiran PT Vale IGP Pomalaa dalam perayaan HUT Sultra ke-62 memperlihatkan pergeseran paradigma industri ekstraktif yang tidak lagi hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial dan ekonomi. Momentum ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Dengan pendekatan yang mengedepankan keberlanjutan dan pemberdayaan, langkah PT Vale ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Reporter : duL





