Berita Nasional News

Ribuan Mahasiswa dari Berbagai Universitas di Kendari Kepung Kantor DPRD Sultra

KENDARI, ANAWONUA.ID- Ribuan mahasiswa dari berbagai Kampus yang ada di Kota Kendari telah memadati kantor, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk melakukan aksi demonstrasi serentak, Senin (11/4/2022).

Dimana, para mahasiswa menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), serta menstabilkan kembali harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako).

Ketua hubungan organisasi gerakan advokasi dan kebijakan publik PKC PMII Sultra, Awaludin mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan masyarakat Indonesian, khususnya di Kota Kendari.

“Kita liat akhir-akhir ini, banyak kebijakan yang tidak pro dengan masyarakat,” katanya.

Sehingga membuat pihaknya peka, lalu kemudian mengimplementasikan dari kajian-kajian ilmiah melalui gerakan, agar diterima aksinya di DPRD Provinsi.

Laba PT Vale Melonjak 85 Persen di Awal 2026, Di Balik Kinerja Positif dan Strategi Jangka Panjang

“Demi terjadinya kelangsungan bermasyarakat yang lebih seimbang lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Korlap Masa Aksi Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Danang mengatakan bakwa aksi itu merupakan bentuk solidaritas IAIN Kendari menyuarakan berbagai aspirasi dan masalah yang terjadi saat ini.

“Kita inginkan adanya kendali bagi seluruh masyarakat, yang selama ini kita rasa itu sudah sangat sulit didapatkan,” ujarnya.

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang sengsara, akibat berbagai kondisi saat ini

Senada dengan itu, salah seorang masa aksi, Ridwan mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk kekesalan atas kinerja pemerintah, yang selama ini sudah menyengsarakan masyarakat.

Sambut Wagub Sultra di Andoolo, Irham Kalenggo dan Wahyu Imran Pererat Sinergi Lewat Safari Ramadan

“Agar pemerintah sadar, bahwa kondisi yang sekarang sudah tidak sedang baik-baik saja. Kami sabagai mahasiswa, perwakilan masyarakat. Menuntut berbagai kebijakan yang sudah kami anggap itu tidak sejalan dengan rakyat,” katanya. (A)

Reporter: Nirfi Andi
Editor : Siswanto Azis