Berita Metro News Wisata
Home » Kerusakan Lingkungan Mengancam Keberadaan Pantai Nambo

Kerusakan Lingkungan Mengancam Keberadaan Pantai Nambo

 

KENDARI, OKESULTRA.ID – Pantai Nambo yang berada di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan spot wisata andalan masyarakat yang dikenal keindahannya.

Kini keberadaan Pantai Nambo kini mulai terancam punah, dikarenakan banyaknya lumpur yang masuk di bibir pantai tersebut yang diduga adanya aktivitas tambang pasir di Nambo.

Hal ini diungkapkan, Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, La Ode Lawama menjelaskan, kondisi Pantai Nambo yang dulu menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata. Kini mulai terancam
dengan adanya panambangan pasir di sekitar pantai disinyalir menambah kontribusi rusaknya keindahan pantai tersebut.

Pasalnya, jumlah pengunjung yang semakin berkurang setiap harinya, termasuk saat weekend atau hari-hari libur lainnya. Padahal dulu Pantai Nambo menjadi pilihan masyarakat untuk berwisata.

Driver Online Sultra Desak Kepastian Tarif dan Transparansi, Ancam Aksi Lumpuhkan Jalan di Kendari

“Keberadaan Pantai Nambo kini mulai terancam hilang dengan adanya kerusakan pantai. Pantai Nambo itu sudah tidak steril lagi, sudah sangat kotor airnya. Ditambah dengan banyaknya lumpur,” kata Lawama Selasa (15/11/2022).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Kendari ini menilai dengan adanya eksploitasi pasir besar-besaran ikut berkontribusi atas rusaknya keindahan Pantai Nambo.

Untuk itu, ia meminta pemerintah kota untuk menyikapi para penambang pasir tersebut. Pasalnya, aliran kali yang menuju pantai kini mengalami pendangkalan, yang berdampak pada lingkungan warga sekitar jika terjadi hujan. Kemudian, lokasi latihan renang di area Pantai Nambo nampak sangat kotor dengan air yang sangat keruh.

“Berkurangnya pengunjung juga turut mempengaruhi pendapatan asli daerah Kota Kendari di sektor wisata. Ini harus disikapi secepatnya. Kalau tidak Pantai Nambo akan hilang, itu artinya PAD Kota Kendari ikut hilang juga,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kendari, Samsudin Rahim mengatakan, jika aktivitas penambangan pasir berhenti saat ini juga, maka 20 tahun lagi Pantai Nambo akan pulih seperti semula.

BKMT Bombana Raih Prestasi di Gebyar Milad ke-45, Tampil Memukau di Ajang “Harmoni Sultra”

Ia menambahkan, hal itu dikarenakan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penambangan dan memakan waktu lama dalam pemulihannya.

“Memang lama pemulihan lingkungan itu. Butuh 20 tahun baru bisa kembali seperti semua itu Pantai Nambo,” tutupnya.

Reporter : NR
Editor : Siswanto Azis