BOMBANA, OKESULTRA.ID – Di tengah geliat pembangunan daerah penghasil emas dan nikel, Kabupaten Bombana kini menatap masa depan baru melalui sektor pariwisata. Dengan kekayaan bahari, alam, dan sejarah yang melimpah, pemerintah daerah menggencarkan promosi untuk menjadikan Bombana sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara bahkan di kancah internasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Anton Ferdinan, menurutnya saat ini Disparpora terus memperkuat strategi promosi guna menggairahkan sektor pariwisata daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Anton Ferdinan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkenalkan potensi wisata Bombana, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

“Walaupun belum ada agenda wisata tahunan yang sudah ditetapkan, namun kami akan terus mempromosikan berbagai potensi wisata di Kabupaten Bombana,” ujar Anton Ferdinan, Rabu (25/02/2026).
Menurutnya, sebagai daerah yang dikenal sebagai penghasil emas dan nikel, Bombana memiliki kekayaan alam dan budaya yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain di Sulawesi Tenggara.
Kawasan Wisata Bahari: Surga Tersembunyi di Selatan Sultra
Tercatat sebanyak 20 objek wisata yang tersebar dalam tiga kategori utama. Pada kawasan wisata bahari, Bombana memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Pulau Sagori, Pulau Bakau, Pulau Motaha, Pantai Landulu, Pantai Puurano, Pantai Lamere, Pantai Tapuahi, hingga Pulau Basa.

Hamparan pasir putih, air laut yang jernih, serta panorama bawah laut yang memikat menjadi daya tarik utama kawasan ini. Keindahan alamnya disebut-sebut masih alami dan belum banyak tersentuh eksploitasi massal.
Wisata Alam: Eksotisme Pegunungan, Air Terjun, dan Danau
Selain bahari, Bombana juga menyimpan kekayaan wisata alam. Beberapa di antaranya adalah Goa Watuburi, Danau Ponu-ponu, Air Terjun Lameroro, Air Panas Larete, Air Terjun Sangkona, Tahiite, Gunung Watunsangia, dan Gunung Sampampolulu.
Keberagaman lanskap ini memberikan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari petualangan, ekowisata, hingga relaksasi di alam terbuka.
Jejak Sejarah yang Tetap Kokoh Berdir
Tak hanya alam, kawasan wisata sejarah juga menjadi daya tarik tersendiri. Benteng Tawulagi, Benteng Wasauri, Benteng Tuntuntari, dan Benteng Mata Rapa menjadi saksi perjalanan sejarah masa lampau yang memperkaya identitas budaya masyarakat Bombana.

“Terakhir adalah kawasan wisata sejarah meliputi Benteng Tawulagi, Benteng Wasauri, Benteng Tuntuntari dan Benteng Mata Rapa,, Tangkeno” kata Anton.
Strategi Pengembangan dan Investasi Jangka Panjang
Dalam upaya mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana terus menyiapkan berbagai alternatif pengembangan. Mulai dari pembenahan dan renovasi kawasan wisata, pembangunan prasarana homestay, penciptaan daerah tujuan wisata baru, hingga promosi lintas daerah.
“Pembangunan di bidang pariwisata adalah investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak positif terhadap percepatan pembangunan di daerah,” jelas Anton.

Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan UMKM, lapangan kerja baru, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Dengan komitmen tersebut, Bombana optimistis mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru, berdampingan dengan sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.
Kini, saatnya Bombana tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil emas dan nikel, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memesona dan penuh cerita. (Adv)
Reporter : duL
Editor : Sri WN





